Halaman

Minggu, 23 Februari 2014

Notasi Balok


A.      Pengertian Notasi Balok

Notasi balok adalah Sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar. Gambar-gambar yang melambangkan bunyi tersebut dituliskan dalam Not balok sesuai dengan tinggi-rendah dan sifat bunyi yang dilambangkan.
Dalam materi not balok kita mengenal beberapa istilah yang terdapat didalam materii-materi not balok, seperti paranada, tanda kunci, birama, garis birama, bar, dan garis penutup. Perhatikan gambar berikut.
 Istilah dalam not balok

Keterangan gambar :
  1. Paranada adalah lima garis lurus yang berjajar mendatar dan berjarak sama. Paranada digunakan untuk menulikan lambang-lambang bunyi sesuai dengan sifat nada yang dilambangkan.
  2. Tanda kunci adalah tanda untuk menetapkan letak salah satu nada dalam Not-balok. Untuk menulis partiur gitar digunakan tanda kunci G, artinya dalam not balok tersebut nada G terletak pada garis ke-2.
  3. Birama adalah gerak melody yang teratur dalam sebuah lagu atau karya musik lainnya. dalam contoh diatas dituliskan birama 3/4 artinya dalam setiap ruas birama bernilai tiga ketuk dengan satuannya adalah not 1/4.
  4. Garis birama adalah garis yang dituliskan secara tegak lurus dengan paranada yang berfungsi untuk membatasi antar ruas birama yang satu dengan ruas birama yang lainnya.
  5. Bar (ruas birama) adalah ruas yang terdapat diantara dua garis birama. bar berfungsi untuk menuliskan not sesuai denga birama yang dipergunakan. nilai not dalam suatu bar selalu sama. mungkin sobat sering menjumpai nilai not yang terdapat pada bar pertama dan bar terakhir berbeda dengan bar-bar lainnya. tetapi apabila nilai not yang terdapat pada kedua bar tersebut sobat jumlahkan, maka akan sama dengan bar-bar lainnya.
  6. Garis penutup adalah dua buah garis tebal tipis yang dituliskan tegak lurus dengan paranada yang berfungsi sebagai petunjuk  berakhirnya sebuah lagu atau karya musik lainnya.
B.       Letak Not dalam Paranada
Sebelum kita belajar jauh mengenai notasi balok maka terlebih dahulu kita harus benar-benar memahami nama dan letak not dalam paranada. Letak not dan paranada sangat tergantung pada dari sifat nada yang dilambangkan. untuk menuliskan nada rendah ataupun nada tinggi, dimana 5 garis paranada sudah tidak dapat lagi mampu menampungnya, maka kita dapat menuliskannya dengan menggunakan garis-garis bantu not dalam paranada, Perhatikan gambar berikut ini.

Garis bantu not dalam para nada




C.       Bentuk dan Nilai Not Serta Tanda Diam.
Sebuah not dapat mempunyai nilai 1/2 ketuk, 1 ketuk, 2 ketuk, 4 ketuk dan sebagainya. Hal ini tergantung dari birama yang dipergunakan sebagai satuan ketuknya. Dalam bab ini kita akan mempelajari bentuk dan nilai not serta tanda diam dengan menggunakan birama per-empat. artinya, Not yang dijadikan sebagai satuan ketuknya adalah Not 1/4. Perhatikan gambar berikut.


 
Bentuk dan nilai not serta tanda diam

Bila dibaca bentuk dan nilai Not serta tanda Diam kurang lebih adalah seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini.

Membaca notasi balok




D.       Pengenalan dan Pembelajaran Not Balok

Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka, sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang diletakkan di dalam garis-garis paranada

Struktur Not Balok


Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas.

Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.
 
Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.

Pada awal paranada biasanya kita menempatkan "kunci" yang disebut "clef". Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.
 Clef treble         

 Clef bass

Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut "grand staff"

Menempatkan Not dalam Paranada.

Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.

c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.
                          
c     d     e     f      g     a     b     c
                                
1     2     3     4     5     6      7    i


Lambang-Lambang Not Balok:

Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.
 Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.

Not Seperempat (1/4) = 1 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.
Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.
Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2.

Tanda Titik.

Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.

4+2=6 ketuk       2+1=3 ketuk       11/2 ketuk   3/4 ketuk


Tanda Diam

Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.
  Tanda diam 4 ketuk                2 ketuk        1 ketuk     1/2     ¼

Tempo dan Dinamik.

Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.
De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.
Vivace artinya gembira, hidup.
Adagio artinya amat sangat lambat.
Prestissimo artinya amat sangat cepat.
Largheno artinya lambat.
Di Marcia artinya seperti orang berbaris.
Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.
Con brio artinya semangat bergelora.
Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.
Con bravura artinya gagah.
ff = fortissimo artinya sangat keras.
pp = pianissimo artinya sangat lambat
p = piano artinya lambat/lembut


Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.

(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)

Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.
Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:
C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)

Not-not bila dirangkai dapat membentuk sebuah lagu. Biasanya untuk menuliskan sebuah lagu, digunakan dua macam cara penulisan not yaitu dengan menggunakan not balok (bulatan-bulatan yang tersusun dalam garis paranada) dan not angka (dengan menggunakan angka).

*************
KLIK DISINI untuk download dalam format word

Selasa, 13 November 2012

Gamelan jawa, sejarah dan misteri

Alat musik tradisional yang bernama Gamelan berasal dari budaya Jawa, yang sekarang masih dilestarikan di kalangan Keraton Yogyakarta dan Surakarta (Solo)
GAMELAN JAWA DAN GENERASI MUDA

1. Perkembangan Seni Karawitan
Gamelan Jawa merupakan seperangkat instrumen sebagai pernyataan musikal yang sering disebut dengan istilah karawitan. Karawitan berasal dari bahasa Jawa rawit yang berarti rumit, berbelit-belit, tetapi rawit juga berarti halus, cantik, berliku-liku dan enak. Kata Jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada non diatonis (dalam laras slendro dan pelog) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumentalia, vokalia dan campuran yang indah didengar.
Seni gamelan Jawa mengandung nilai-nilai historis dan filosofis bagi bangsa Indonesia. Dikatakan demikian sebab gamelan Jawa merupakan salah satu seni budaya yang diwariskan oleh para pendahulu dan sampai sekarang masih banyak digemari serta ditekuni. Secara hipotetis, sarjana J.L.A. Brandes (1889) mengemukakan bahwa masyarakat Jawa sebelum adanya pengaruh Hindu telah mengenal sepuluh keahlian, diantaranya adalah wayang dan gamelan. Menurut sejarahnya, gamelan Jawa juga mempunyai sejarah yang panjang. Seperti halnya kesenian atau kebudayaan yang lain, gamelan Jawa dalam perkembangannya juga mengalami perubahan-perubahan. Perubahan terjadi pada cara pembuatanya, sedangkan perkembangannya menyangkut kualitasnya. Dahulu pemilikan gamelan ageng Jawa hanya terbatas untuk kalangan istana. Kini, siapapun yang berminat dapat memilikinya sepanjang bukan gamelan-gamelan Jawa yang termasuk dalam kategori pusaka (Timbul Haryono, 2001).
Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 – 15 pesinden dan atau gerong. Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Alat-alat lainnya berupa kendang, rebab (alat gesek), gambang yaitu sejenis xylophon dengan bilah-bilahnya dari kayu, dan alat berdawai kawat yang dipetik bernama siter atau celepung.
Gamelan Jawa mempunyai tanggapan yang luar biasa di dunia internasional. Saat ini telah banyak diadakan pentas seni gamelan di berbagai negara Eropa dan memperoleh tanggapan yang sangat bagus dari masyarakat di sana. Bahkan sekolah-sekolah di luar negeri yang memasukan seni gamelan sebagai salah satu musik pilihan untuk dipelajari oleh para pelajarnya juga tidak sedikit. Tapi ironisnya di negeri sendiri masih banyak orang yang menyangsikan masa depan gamelan. Terutama para pemuda yang cenderung lebih tertarik pada musik-musik luar yang memiliki instrumen serba canggih. Dari sini diperlukan suatu upaya untuk menarik minat masyarakat kepada kesenian tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa tersebut.
2. Fungsi sosial Gamelan Jawa
Secara filosofis gamelan Jawa merupakan satu bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa. Hal demikian disebabkan filsafat hidup masyarakat Jawa berkaitan dengan seni budayanya yang berupa gamelan Jawa serta berhubungan erat dengan perkembangan religi yang dianutnya.
Pada masyarakat jawa gamelan mempunyai fungsi estetika yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial, moral dan spiritual. Gamelan memiliki keagungan tersendiri, buktinya bahwa dunia pun mengakui gamelan adalah alat musik tradisional timur yang dapat mengimbangi alat musik barat yang serba besar. Gamelan merupakan alat musik yang luwes, karena dapat berfungsi juga bagi pendidikan.

3. Pewarisan Gamelan Jawa kepada Generasi Muda
Pada masa sekarang ini ada kecenderungan perbedaan persepsi yang dilakukan oleh generasi-generasi muda melalui berbagai atraksi kebudayaan yang pada segi-segi lain kelihatan agak menonjol, tetapi ditinjau dari segi yang lain lagi merupakan kemunduran, terutama yang menyangkut gerak-gerak tari dan penyuguhan gendhing-gendhing yang dikeluarkan.
Anak muda terlihat tak tertarik gamelan karena tidak ada yang mengenalkan. Selain itu tidak ada yang mengajarkan. Itu tidak bisa disalahkan karena mayoritas orang tua, bahkan lingkungan sekolah, tidak mendukung anak mengenal gamelan. Bagi generasi muda, gamelan sulit diminati kalau dibunyikan seperti masa-masa dulu pada era orang tua atau kakek dan nenek mereka. Anak muda sekarang lebih menyukai jika membunyikan gamelan sesuka mereka dan dipasangkan dengan alat musik dan seni apa saja. Walaupun begitu, lewat cara-cara inilah gamelan mendapat jalan untuk lestari. Gamelan bukan sekadar alat musik tradisional atau obyek, namun ada spirit di dalamnya, yakni kebersamaan. Yang penting di sini adalah manusianya, yaitu bagaimana mereka merasa dekat dengan gamelan.
Perlu dipikirkan pula demi kelestarian kebudayaan kita sendiri yang sungguh-sungguh Adhi Luhur, penuh dengan estetika, keharmonisan, ajaran-ajaran, filsafat-filsafat, tatakrama, kemasyarakatan, toleransi, pembentukan manusia-manusia yang bermental luhur, tidak lepas pula sebagai faktor pendorong insan dalam beribadah terhadap Tuhan, yaitu dengan sarana kerja keras dan itikat baik memetri atau menjaga seni dan budaya sendiri. Jangan sampai ada suatu jurang pemisah atau gap dengan sesepuh yang benar-benar mumpuni (ahli). Bahkan komunikasi perlu dijaga sebaik-baiknya dengan sesepuh sebagai sumber atau gudang yang masih menyimpan berbagai ilmu yang berhubungan dengan masalah kebudayaan itu sendiri, terutama para empu-empu karawitan, tari dsb.

MISTERI GAMELAN SEKATEN SOLO DAN JOGJAKARTA

Sejarah tradisi Sekaten yang bergulir sejak zaman Majapahit hingga kini, menyisakan misteri besar seputar Gamelan Sekaten yang dipercaya bertuah. Pasalnya, Kraton Solo dan Jogja yang kini masih bertahan, masing-masing memiliki sepasang Gamelan Sekaten. Manakah yang asli dari zaman Majapahit dan Demak Bintoro?


POSMO-Ketika tampuk kekuasaan dari Demak Bintoro berpindah ke Pajang Hadiningrat, Gamelan Sekaten sebagai pusaka kerajaan juga ikut berpindah tangan. Peralihan zaman dari Demak ke Pajang ini juga menghentikan pelaksanaan tradisi sekaten, karena situasi perang dan kekacauan. Tidak ditemukan catatan mengenai sekaten di zaman Sultan Hadiwijaya, yang naik tahta di Pajang pada tahun 1550 Masehi. Namun dimungkinkan adanya gelar tradisi sekaten itu di Pajang, karena masa pemerintahan Pajang yang gemah ripah loh jinawi, selama kurang lebih 40-an tahun.

Di penghujung masa kejayaan Pajang, tlatah Mataram Hadiningrat didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan pada 1586 Masehi. Terletak di pinggiran Kali Opak yang disebut alas (hutan) Mentaok. Tlatah ini adalah pemberian Sultan Hadiwijaya atas keberhasilan Pemanahan membunuh Arya Penangsang. Pada tahun-tahun selanjutnya, pamor Pajang mulai surut. Sebaliknya, Mataram Hadiningrat perlahan pamornya mencorong ke seantero Nusantara.

Panembahan Senopati yang getol melebarkan sayap hingga ke tlatah Jawa Timur, telah menyebabkan situasi di Jawa Tengah kembali panas. Beberapa intrik dan peperangan kecil antara Mataram dan Pajang banyak tertulis dalam babad dan kronik-kronik Mataram. Sebuah upaya gempuran Pajang terhadap Mataram, disebutkan kandas di tengah perjalanan karena letusan Gunung Merapi. Sultan Hadiwijaya wafat karena sakit, akibat terjatuh dari Gajah tunggangannya pada peristiwa itu.

Dengan wafatnya Sultan Hadiwijaya yang menurut DR Purwadi MHum terjadi pada sekitar tahun 1587 M, muncul berbagai intrik perebutan kekuasaan. Ontran-ontran itu mereda ketika Pangeran Benowo, putra sulung Hadiwijaya meminta bantuan Panembahan Senopati untuk menggempur Pajang yang ketika itu dikuasai oleh Harya Pangiri. Pajang akhirnya runtuh. Namun, Benowo menyerahkan kendali kekuasaan kepada Panembahan Senopati. Dengan demikian, berakhirlah riwayat Pajang, dan kejayaan Islam diteruskan oleh Mataram Hadiningrat.


Gamelan Sekaten Dibagi Dua

Berbagai peristiwa sejarah kerajaan-kerajaan besar pewaris jagat Nusantara, tentu saja berdampak pada sekian banyak tradisi yang ada. Sekaten sebagai tradisi warisan leluhur, dari zaman ke zaman juga berubah. Di tengah perkembangan itu, terselip banyak misteri. Salah satunya Gamelan Sekaten, yang berasal dari warisan Brawjaya V dan Sunan Kalijaga. Di manakah keberadaannya, kini?

Gamelan Sekaten sebagai pusaka kerajaan, ikut berpindah tangan mengikuti siapa yang berkuasa. Sejak Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram, sebanyak itulah Gamelan Sekaten berpindah tangan. Namun, perjalanan sejarah belum berakhir. Pasalnya, Mataram Hadiningrat sendiri kemudian juga pecah menjadi dua, pada tahun 1755 Masehi melalui perjanjian Giyanti.

Harta kekayaan termasuk Gamelan Sekaten itu kemudian dibagi dua. Namun, tidak bisa dipastikan manakah dari kedua kerajaan pecahan Mataram Hadiningrat itu yang mendapat Gong Kiai Sekar Delima warisan Brawijaya V dan Gong Kiai Sekati warisan Sunan Kalijaga. Hasil penelitian sejarah sekaten yang dilakukan Depdikbud tahun 1991-1992 hanya menyebut, karena Gamelan Sekaten harus sepasang, masing-masing kerajaan pecahan Mataram Hadiningrat (Solo dan Jogja) membuat Gong baru sebagai pasangannya.

Di Kasultanan Yogyakarta, sepasang Gamelan Sekaten itu oleh Sultan HB I diubah namanya menjadi Kiai Guntur Madu dan Kiai Nogowilogo. Di Kasunanan Surakarta, Gamelan Sekaten diubah namanya menjadi Gong Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Diduga kuat, dua nama yang sama, Kiai Guntur Madu, merupakan tanda kedua Gong inilah yang asli dari zaman Majapahit

Sumber : http://tengkoraksakti.blogspot.com

SENI TRADISIONAL: Kothekan Lesung Kini Ditinggalkan Generasi Muda

Pariyem, 53, asyik memukul lesung dengan penumbuk padi. Sekitar 15 menit, Pariyem dan para wanita dari Desa Kedawung, Kecamatan Jumapolo melakukan seni kothekan atau bunyi-bunyian dengan lesung. Mereka mengiringi belasan wanita yang menyanyikan tembang-tembang Jawa.
Mereka tengah mengikuti Festival Kesenian Jumapolo, Kamis (26/4/2012). Festival itu diikuti 12 kelompok kesenian tradisional di wilayah Kecamatan Jumapolo. Festival itu memperebutkan piala Bupati Karanganyar.
Namun ibu-ibu di Desa Kedawung itu melakukan latihan secara rutin setiap waktu, bukan jika hendak mengikuti lomba saja. Latihan dilakukan apabila ada waktu luang yang biasanya dilakukan pada menjelang malam. Mereka ingin menjaga tradisi budaya Jawa. “Latihannya memang tidak setiap hari, hanya saat ada acara di kampung. Kesenian ini sudah turun temurun dilakukan para ibu-ibu setelah pulang dari mengolah sawah,” terang Pariyem.
Selama ini, yang aktif melakukan latihan hanya ibu-ibu. Para remaja enggan menekuni kesenian tradisional tersebut. Sebab, kesenian itu dianggap sudah kuno. “Para remaja tidak ada yang mau menekuni kesenian ini karena dianggap tidak modern. Padahal, kesenian ini semestinya dijaga oleh generasi muda karena tradisi budaya Jawa,” ungkapnya.
Wakil Bupati Karanganyar, Paryono, menyatakan akan menggelar festival kesenian di setiap kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memunculkan potensi kebudayaan yang terpendam di setiap kecamatan. Sebab, sebenarnya Kabupaten Karanganyar mempunyai potensi kebudayaan yang cukup tinggi.
Tak hanya itu, kegiatan ini dilakukan untuk menjaga tradisi kebudayaan di setiap kecamatan. Pihaknya akan menggali potensi kesenian tradisional yang nantinya dapat dibina untuk mewakili Kabupaten Karanganyar di pentas nasional. “Dengan festival kesenian diharapkan dapat bermunculan potensi kesenian tradisional di Karanganyar,” jelasnya.
Menurutnya, potensi kebudayaan di Karanganyar tidak jauh berbeda dengan daerah lainnya. Kendalanya, selama ini, belum pernah terungkap sehingga instansi terkait tidak mengetahuinya. Pihaknya juga menyiapkan dana stimulan untuk menyelanggarakan festival kesenian di setiap kecamatan.

Sumber : http://www.solopos.com

Selasa, 08 Februari 2011

Brain Management

Brain Management Sesi I:
Otak mengatur semua fungsi tubuh kita, dari mengendalikan perilaku primitif (makan, tidur, menjaga kehangatan tubuh) sampai bertanggung jawab untuk kegiatan tercanggih seperti menciptakan peradapan, musik, seni, ilmu pengetahuan dan bahasa. Setelah ribuan kali mengkajinya selama berabad-abad satu-satunya kata yang tepat untuk mengambarkan otak adalah "MENGAGUMKAN" - Prof. R. Ornstein (The Psychology of Consciousness)

Otak manusia adalah komputer terhebat di dunia. Otak merupakan organ atau sistem yang paling kompleks di dunia. Bahkan sampai sekarang pun seluruh misteri yang terjadi di otak manusia belum seluruhnya terungkap. Otak, jika dirawat dengan baik dalam lingkungan yang menimbulkan rangsangan memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan efektif selama lebih dari seratus tahun. Bahkan otak merupakan anugerah besar yang tidak mungkin ditandingi teknologi secanggih apapun.

Otak kita terdiri atas 1.000.000.000.000 sel otak dan di antaranya terdiri atas 100-200.000.000.000 sel otak aktif (neuron) dan 800-900.000.000.000 sel pendukungnya. Ada kabar menggembirakan bahwa menurut penyelidikan jumlah sel otak manusia normal, seperti kita ternyata tidak berbeda jauh dengan jumlah sel otak manusia jenius, seperti Albert Einstein misalnya. Jumlahnya hanya berselisih beberapa juta, dibandingkan dengan 1 triliun jumlah sel otak kita, selisih tersebut tidak ada artinya. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa setiap manusia mempunyai potensi JENIUS! Bahkan Albert Einstein pun mengatakan bahwa di dunia ini hanya ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu alam semesta dan otak manusia. Dia pun menyatakan bahwa kita semua terlahir punya potensi jenius, "There is Genius in all of us".

Otak kita juga punya kapasitas penyimpanan informasi yang luar biasa banyaknya, bahkan tidak terbatas! Berikut beberapa ilustrasi untuk mengambarkan ketidakterbatasan kapasitas memori otak manusia. Menurut Prof. Marc Rosenweig, apabila dalam satu detik kita bisa mengingat 10 informasi baru, berarti setelah 100 tahun kita baru menggunakan 10% kapasitas otak kita. Bahkan hasil penelitian yang lebih ekstrem lagi dari seorang pakar otak Rusia Prof. Pyotr Anokhin, mengatakan bahwa otak kita mempunyai kemampuan mengingat informasi sebanyak angka 1 yang diikuti angka 0 yang panjangnya 10.500.000 kilometer. Mengagumkan bukan..

Menurut penelitian, rata-rata manusia mempergunakan kurang dari 1% kemampuan otaknya. Tentu angka ini mencengankan kita. Apa jadinya kalau manusia bisa mempergunakan 10% kemampuan otaknya?
Bisa dibayangkan seperti apa kemajuan teknologi dan kehidupan yang tercipta. Berikut sedikit ilustrasi mengenai hal tersebut.

Menurut pakar otak, apabila kita bisa mengunakan 8% saja dari kemampuan otak kita, kita bisa menjadi seorang profesor di 8 cabang ilmu yang berbeda-beda dan bisa menguasai 18 bahasa asing. Tentunya manajemen otak (Brain Management) menjadi upaya kita untuk meningkatkan pengunaan kapasitas otak. Kalau kita jeli, akan timbul pertanyaan, kenapa hanya 1% kemamouan otak manusia yang saat ini bisa di pergunakan..?

Braian Management Sesi II:
Otak kita secara mental terbagi atas dua belahan atau hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Masing-masing hemisfer ini mempunyai fungsi yang berbeda dan sifat yang bertolak belakang. Hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas berbahasa, seperti menulis, membaca, berbicara dan mendengarkan dilakukan dengan menggunakan otak kiri. Saat kita menghitung, seperti menggunakan logika untuk memecahkan masalah, begitu juga saat membuat prioritas pekerjaan dan rincian atas suatu hal yang sifatnya umum, kita juga menggunakan otak kiri. Sifat memori otak kiri adalah jangka pendek..

Sebaliknya saat menyusun balok-balok lego atau saat mencari pengganti tusuk gigi untuk mencungkil sisa makanan di gigi, otak kanan kita yang sedang bekerja. Saat anda diminta menceritakan kembali isi satu buku dalam waktu dua menit, berarti daya konseptual Anda sedang bekerja, dan Anda sedang menggunakan otak kanan. Begitu juga saat kita menikmati pemandanga alam, lukisan dan musik. Saat senang, sedih, marah atau terharu Anda juga menggunakan otak kanan. Saat melamunpun Anda juga menggunakan otak kanan. Sifat memori otak kanan adalah jangka panjang. Buktinya kita lebih mudah mengingat wajah orang yang pernah bertemu dengan kita daripada mengingat namanya karena nama adalah tulisan (bahasa)-berati dalam hal ini otak kiri yang terlibat. Sementara itu, wajah orang adalah "gambar" yang dimengerti oleh otak kanan kita, begitu pula pengalaman masa lalu, yang melibatkan banyak emosi.

Terlihat jelas bahwa lingkungan "memaksa" kita untuk lebih dominan menggunakan sisi otak kiri, Mengapa? Dalam sehari-hari kita selalu berkomunikasi dengan bahasa, baik lisan maupun tertulis. Pembicaraan kita pun harus logis. Hal-hal yang kita kerjakan pun harus masuk akal dan logis. Orang di dunia umumnya dan khususnya di Indonesia lebih dominan menggunakan anggota tubuh sebelah kanan, misalnya mengambil sesuatu, menulis, berjabat tangan, mengiris, menendang bola dan sebagainya. Untuk semua itu kita harus menggunakan tangan atau kaki sebelah kanan. Organ tubuh sebelah kanan diatur oleh otak kiri dan otak kanan jarang digunakan, baik frekuensinya maupun lama waktunya. inilah yang menyebabkan beban otak kita tidak merata dan timpang.

Ketimpangan ini menyebabkan otak kita tidak bisa berfungsi secara optimal sehingga menimbulkan banyak gangguan dalam belajar dan bekerja, misalnya :
  • Tidak bisa berkonsentrasi : Contoh kejadian yang paling sering terjadi yang menunjukkan bahwa kita tidak bisa merkonsentrasi adalah kita mengikuti ceramah/ kuliah atau rapat. Saat cerama/ kuliah atau rapat berlangsung, otak kiri kita yang paling domina bekerja, mulai dari mendengarkan (otak kiri), menulis/ mencatat (otak kiri), berfikir secara logis tentang apa yang di kemukakan dalam cerama/kulia/rapat (otak kiri), dan sebagainya. Oleh karena itu, otak kiri kita "berlebihan beban" alias overloaded. Namaun sebenarnya otak kanan kita "menganggur"
  • Tidak kreatif : Kreativitas adalah fungsi mental otak kanan. Jika fungsi mental otak kanan jarang dilibatakan saat kita belajar, berfikir dan bekerja, kreativitas kita akan mandek atau pikiran kita akan buntu
  • Pemahaman kita berkurang : Adalah kemampuan konseptual yang juga merupakan pekerjaan otak kanan. Jika otak kanan jarang dilibatkan saat kita belajar, berfikir atau bekerja, apa yang sudah kita pelajari selama berjam-jam, apakah itu lewat membaca, menulis, menghafal dan lain-lain, tidak akan kita mengerti. Dengan demikian, berarti tingkat pemahaman kita masih rendah. Kita hanya hafal mati.
  • Mudah lupa : Kita tentu mudah lupa apa yang telah kita ingat karena selama ini kita mengingat denagn otak kiri, alias hafal mati. Kegiatan yang paling menjengkelkan bagi seorang pelajar adalah mempelajari mata pelajaran yang banyak menggunakan hafalan.
  • Belajar dan bekerja tidah fun : Para siswa kalau boleh memilih tentu lebih senang membaca komik dan menonton film kartun daripada belajar. Orang dewasa tentu lebih suka menonton film action atau sinetron daripada bekerja. Mengapa demikian? Baca komik dan nonton film banyak menggunakan unsur otak kanan, yaitu gambar, warna dan imaginasi (cerita). Dengan kata lain, Kalau mau belajar dan menyenangkan, kita harus "mengajak" otak kanan untuk terlibat dalam pekerjaan tersebut.
Dengan demikian, jelaslah otak kita kurang di optimalkan, yang terbaik tentunya menggunakan kedua belah otak kita, yaitu otak kiri dan otak kanan untuk satu pekerjaan yang sama dan menghasilkan yang maksimal. Bagaimana caranya..?
Yaitu dengan Manajemen Otak.

Sumber : http://sqr27.blogspot.com

Selasa, 01 Februari 2011

Gambar 2 Sisi yang Unik

gambar dua sisi yang memungkinkan kita melihat gambar yang berbeda dari sudut pandang kebalikannya:









Tokoh Dunia yang Meninggal dalam Keadaan Miskin

1. Christopher Columbus
http://www.humanities-interactive.org/newworld/columbus/400/ex020_01a.jpg
mencapai kebesaran ketika tiba di benua baru, New World di tahun 1492. Tapi sesudah pelayarannya yang ke 3 ke Amerika, sponsornya, Raja Spanyol, tidak puas dengan kinerja Columbus sebagai gubernur di koloni baru tersebut n membawanya pulang dengan di rantai. Dalam tahun2 terakhir hidupnya, penjelajah besar ini sering tak punya uang untuk membeli makanan. Ia meninggal di tahun 1506.


2. Thomas Jefferson
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlsE7VNEA4yjlNZOOud9QJ9XPFJ_hK6U1oSJH0GNA-G1_sHgveQewBCdf7z3FMI-n5vpBJU-DlmunZZjN8PATENiWZSGHpVnvMPkVRDb4bcLasckAbdKQ5wjfOlFjVbbNt2MztO00sdiE/s400/thomas-jefferson-picture.jpg
yang 2 kali menjadi presiden Amerika, dari 1801 sampai 1809 n penyusun naskah Declaration of Independence, bangkrut sesaat sebelum meninggal di tahun 1826. Ia memiliki tanah seluas 10 ribu are, tapi rekeningnya jadi merah karena mewarisi utang properti dari ayah mertuanya. Jefferson dipaksa menyerahkan semua kekayaan n propertinya untuk melunasi hutang. Sampai tongkat untuk jalan dengan pegangan emas n jam tangan perak pun diambil sebagai pembayar utang.

3. Ulysses S. Grant
http://www.britannica.com/blogs/wp-content/uploads/2009/01/grant.jpg
menjadi presiden Amerika dari 1869 sampai 1877, n sebagai jenderal terbesar Union, membantu memenangkan perang Utara - Selatan. Cara mengelola bisnis yang buruk sesudah ia meninggalkan kursi kepresidenan membuatnya bangkrut. Ketika meninggal di tahun 1885, ia bahkan juga kehilangan pedangnya karena dijadikan jaminan utang.

4. Wolfgang Amadeus Mozart
http://flyingteachers.net/blog/media/blogs/beg/Mozart.jpg
jenius musik yang lahir di tahun 1756, menulis minuet pertamanya pada umur 5 tahun. Tapi para musisi yang bersaing dengannya membuatnya tak bisa mendapatkan pekerjaan n meraih sukses finansial. Ia meninggal di usia 35, n dikubur di kuburan orang miskin tanpa batu nisan.

5. Vincent Van Gogh
http://theonlywordsallowed.files.wordpress.com/2008/12/vincent-van-gogh-t7514.jpg
lahir di tahun 1853, kini dianggap sebagai pelukis terbesar dunia dan karyanya banyak diburu kolektor lukisan. Tapi dia menderita penyakit jiwa n selalu hidup melarat. Ia pernah menembak dirinya karena putus asa. Ketika meninggal di tahun 1890, dia sama sekali tidak dikenal n seumur hidupnya hanya menjual satu lukisan. erin's world.

Sumber : http://eksplorasi-dunia.blogspot.com